hampa tanpa rasa
hampa dan tiada peduli
dan kau pikir aku peduli?
mungkin, setidaknya untuk menanti
penantian yang entah kapan berakhir
atau penantian untuk mengulur sang waktu
waktu entah kapan aku akan bertemu dengan-Nya
Hatiku hancur
remuk berkeping-keping
dan hilang ditelan sang waktu
aku tak tau apa yang membuatmu membenciku
sehingga memberiku beban berat disisa hidupku
atau aku yang memulainya
dengan menjatuhkan harga dirimu
membuatmu begitu enggan untuk melihatku
entahlah,
entah apa yang melatar belakangi hal itu terjadi
Kini aku hanya bisa meratapi diriku
menertawai kebodohanku
dan merasakan kau melakukan hal serupa
Lalu menangisi apa yang kumiliki
namun kau tampak enggan bereaksi
bahkan jijikkah?
Kemudian aku berteriak, "Apa maumu?
tak bahagiakah kau melihatku menderita?
tak senangkah kau melihatku tersiksa,
merana, merintih bahkan teraniaya?
Tulikah engkau?
Atau butakah?
atau hatimu yang telah dahulu membeku?
Padang, 02-06-11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar